SULTRALIVE.COM, KONAWE SELATAN — Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) kembali memperkuat infrastruktur kesehatan daerah. Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, didampingi Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama dan Kepala Dinas Kesehatan Nurlita Jaya, secara resmi meresmikan Gedung BLUD UPTD Puskesmas Andoolo yang berlokasi di Desa Andoolo, Kecamatan Andoolo, Kamis (12/2/2026).
Peresmian fasilitas kesehatan ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan prosesi gunting pita, yang menandai kembalinya operasional layanan kesehatan di gedung yang telah selesai direnovasi total tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Irham Kalenggo menegaskan bahwa pembangunan gedung ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mengejawantahkan visi “Konsel Sehat”. Menurutnya, kesehatan masyarakat tidak hanya soal jaminan pembiayaan, tetapi juga kenyamanan fasilitas.
“Pemerintah daerah terus berkomitmen mewujudkan visi Konsel Sehat. Fokus kita bukan saja pada BPJS atau cek kesehatan gratis bagi masyarakat, melainkan juga menyediakan infrastruktur bangunan yang memadai. Dengan fasilitas yang layak, pelayanan yang optimal baru bisa benar-benar terjalin,” ujar Irham.
Mantan Ketua DPRD Konsel dua periode ini juga menitipkan pesan khusus kepada seluruh jajaran tenaga kesehatan agar mengimbangi gedung baru ini dengan etos kerja yang tinggi.
“Saya ingatkan, gedung yang bagus harus dibarengi dengan kedisiplinan dan keramahan. Pelayanan prima kepada masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.
Kepala Puskesmas Andoolo, Zulkarnain, mengungkapkan rasa syukurnya atas rampungnya renovasi gedung ini. Ia menjelaskan bahwa pembangunan memakan waktu selama enam bulan, di mana selama masa konstruksi, pelayanan kesehatan dipindahkan sementara ke area Polsek Andoolo.
Puskesmas yang berdiri sejak 2018 ini tercatat telah mengalami dua kali renovasi besar, yakni pada tahun 2024 dan puncaknya pada tahun 2026 ini.
“Dukungan penuh dari Bapak Bupati dan Wakil Bupati sangat memberikan dampak besar bagi kami dalam meningkatkan mutu serta kualitas layanan. Gedung baru ini adalah suntikan semangat bagi seluruh staf kami,” kata Zulkarnain.
Meski sarana prasarana (sarpras) telah meningkat pesat, Zulkarnain secara jujur menyampaikan tantangan yang masih dihadapi terkait pemenuhan tenaga kesehatan (nakes). Berdasarkan analisis beban kerja, Puskesmas Andoolo idealnya membutuhkan 65 nakes, namun saat ini baru tersedia 33 orang.
Ia juga menyampaikan aspirasi khusus terkait tingginya angka rujukan pasien gigi yang mencapai rata-rata 20 orang setiap hari.
“Kami sangat mengharapkan adanya penempatan dokter gigi di sini. Saat ini pasien gigi kami masih harus dirujuk karena ketiadaan tenaga spesialis tersebut. Padahal, secara umum kami melayani sekitar 60 orang pasien setiap harinya,” pungkas Zulkarnain.
Peresmian ini juga, Zulkarnain menutup pidatonya, menjadi tonggak penting bagi pembangunan sektor kesehatan di Kecamatan Andoolo, sekaligus menjadi bukti sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan kebutuhan mendasar masyarakat akan layanan kesehatan yang dekat, cepat, dan berkualitas menuju masyarakat yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera.

